hitcounter

Orchidaceae – Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas

Suku anggrek-anggrekan (bahasa Latin: Orchidaceae) adalah satu suku tumbuhan berbunga menggunakan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya beredar luas berdasarkan daerah tropika basah hingga daerah sirkumpolar, meskipun sebagian akbar anggotanya ditemukan pada wilayah tropika. Kebanyakan anggota suku ini hayati menjadi epifit, terutama yang berasal berdasarkan daerah tropika. Anggrek di daerah beriklim sedang umumnya hidup pada tanah & menciptakan umbi sebagai cara menyesuaikan diri terhadap isu terkini dingin. Organ-organnya harga bunga anggrek bulan yg cenderung tebal & “berdaging” (sukulen) membuatnya tahan menghadapi tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit dapat hidup berdasarkan embun & udara lembap. Orchidaceae merupakan asal ilham menurut nama kereta api Argo Anggrek, kereta barah eksekutif yang melayani Surabaya Pasar Turi-Gambir.

Anggota pentingnya yg dikenal baik insan adalah anggrek hias serta vanili.berkelopak bunga indah & berwarna-warniCiri-ciri botani sunting sumber]

Anggota suku ini cenderung memiliki organ-organ yg sukulen atau “berdaging”: tebal dengan kandungan air yg tinggi, karena banyak yang tumbuh menjadi epifit. Dengan cara adaptasi itu, ia bisa hayati pada syarat ketersediaan air yang rendah. Air diperoleh berdasarkan hujan, tetesan, embun, atau uap air pada udara. Namun, anggrek tidak ditemukan di daerah gurun lantaran perakarannya tidak intensif & tidak tahan terhadap sinar mentariterik yang panjang. Anggrek menyukai cahaya mentarinamun nir eksklusif sehingga dia biasa ditemukan di alam sebagai tanamanlantai hutan (anggrek tanah) atau di bawah naungan (anggrek epifit). Sebagai tanamanhias, anggrek tahan pada pada sunting asal]

Akar serabut, nir pada. Jenis-jenis epifit yaitu menyebarkan akar sukulen & inheren dalam btg pohon tempatnya tumbuh,namun nir merugikan pohon inang. Ada juga yang tumbuh geofitis,dengan kata lain terrestria artinya tumbuh di tanah dengan akar-akar pada dalam tanah. Ada pula yang bersifat saprofit, tumbuh pada media daun-daun kemarau dan kayu-kayu lapuk yg telah membusuk sebagai humus.[1] Pada permukaan akar acapkali kali ditemukan fungi akar (mikoriza) yang bersimbiosis menggunakan sunting sumber]

Batang anggrek beruas-ruas. Anggrek yang hayati pada tanah (“anggrek tanah”) batangnya pendek & cenderung menyerupai umbi. Sementara itu, anggrek epifit batangnya tumbuh baik, sering kali menebal & terlindungi lapisan lilin buat mencegah penguapan berlebihan. Pertumbuhan batang bisa bersifat memanjang / meninggi (monopodial) atau melebar / menyamping (sympodial), tergantung marganya.

Anggrek monopodial (berarti “satu kaki”) hanya mempunyai satu batang dan satu titik tumbuh saja. Ia akan membentuk tangkai bunga darisamping batangnya yang pendek. Anakan sulit tumbuh pada kondisi sehat tetapi suatu individu bisa memunculkan anakan mini(keiki) berdasarkan tangkai bunganya. Anggrek ini dapat diperbanyak dengan stek btg dan biji. Contoh anggrek tipe ini merupakan Vanda & Phalaenopsis.

Anggrek sympodial (berarti “poly kaki”) mempunyai lebih menurut satu titik tumbuh. Tunas baru ada menurut lebih kurang batang utama dan menjalar. Bunga mampu ada pada pucuk atau ruas batang. Batangnya bisa sebagai umbi semu & sanggup menyimpan air cadangan makanan sebagai alat bertahan hidup. Anggrek ini dapat diperbanyak menggunakan gampang melalui pemisahan anakan, keiki, maupun melalui biji. Contoh anggrek terkenal tipe ini adalahDendrobium & Cattleya.Daun[sunting asal]

Daun anggrek umumnya oval memanjang dengan tulang daun memanjang juga, spesialdaun monokotil. Daun dapat juga menebal & berfungsi menjadi penyimpn air.Organ reproduksi seksual[sunting asal]

Bunga anggrek berbentuk spesialdan menjadi penciri yang membedakannya dari anggota suku lain. Bunga-bunga anggrek tersusun majemuk, muncul menurut tangkai bunga yg memanjang, ada dari ketiak daun. Bunganya simetri bilateral. Helaian kelopak bunga (sepal) umumnya berwarna seperti dengan mahkota bunga (petal), sehingga keduanya disebut menjadi tepal). Satu helai mahkota bunga termodifikasi menciptakan semacam “lidah” yg melindungi suatu struktur aksesoris yang membawa benang sari & putik. Benang sari memiliki tangkai sangat pendek dengan 2 kepala sari berbentuk harga bunga anggrek bulan cakram mini(diklaim “pollinia”) & terlindung oleh struktur kecil yang wajibdibuka sang serangga penyerbuk (atau insan buat vanili) & membawa serbuk sari ke lisan putik. Tanpa bantuan organisme penyerbuk, nir akan terjadi penyerbukan.

Kebanyakan bunga anggrek mengalami resupinasi waktu berkembang dari calon bunga sebagai bunga.[dua] Posisi bunga pada tangkai berputar 180° dalam saat berkembang waktu masih kuncup yang berakibat bagian lidahyang sebenarnya merupakan helai mahkota teratas menjadi berada di bawah. Hanya beberapa jenis, contohnya anggota marga Calopogon, yang tidak mengalami gejala ini.

Buah anggrek berbentuk kapsul yg berwarna hijau dan jika masak mengering dan terbuka menurut samping. Bijinya sangat kecil dan ringan, sehingga gampang terbawa angin. Biji anggrek tidak mempunyai jaringan penyimpan cadangan makanan; bahkan embrionya belum mencapai kematangan paripurna. Perkecambahan baru terjadi apabila biji jatuh dalam medium yg sinkron & melanjutkan perkembangannya sampai kemasakan.Kekerabatan antar anggrek spesies dari sifat morfologi tanaman& bunga[sunting asal]

Berdasarkan hasil analisis varian buat karakter tinggi tumbuhan, panjang daun, lebar daun, perbandingan antara panjang daun dengan lebar daun, jumlah kuntum bunga, panjang tangkai bunga, diameter bunga dan panjang kelopak bunga dari keenambelas anggrek spesies yg diuji menunjukkan adanya perbedaan pengaruh yg nyata.

Tampak bahwa G. scriptum memiliki panjang daun, lebar daun dan panjang tangkai bunga nyata paling tinggi di antara keenambelas anggrek spesies yg diuji. Tetapi, nilai diameter bunga (6,24 cm) spesies ini nyata lebih kecil berdasarkan D. stratiotes. Bunga D. stratiotes mempunyai diameter yang konkret paling akbar pada antara spesies yang diuji, yaitu 9,27 cm. Demikian juga jumlah kuntum bunga yang dihasilkan oleh G. scriptum nyata lebih sedikit daripada D. secundum, masing-masing 27,75 dan 50. Hal ini menerangkan bahwa panjang dan lebar daun yg besartidak mengklaim akan membuat bunga yang akbar & poly jumlahnya.

Tinggi tanamanD. anosmum memiliki nilai tertinggi, yaitu 118,40 centimeter, yang nyata tidak sama menggunakan tinggi tanamanke 5 belas anggrek spesies lainnya. Batang anggrek ini berupa pseudobulb atau btg semu yg tumbuh menggantung ke bawah. Hanya dalam ketika tumbuhnya tunas baru saja, pertumbuhan pseudobulb dari anggrek ini ke arah atas. Pertumbuhan batang selanjutnya menggantung ke arah bawah, seiring dengan bertambah panjangnya pseudobulb.Tanaman anggrek yg terpendek adalah B. lobii (5,00 cm). Berbeda dengan D. anosmum, B. lobii memiliki batang berupa bulb. Nilai tinggi tumbuhan anggrek jenis ini tidak nyata tidak selaras menggunakan D. bracteosum (17,77 centimeter), D. capra (12,15 cm), D. johannis (34,48 cm), D. macrophyllum (31,12 centimeter), D. phalaenopsis (20,02 centimeter), P. amboinensis, P. violaceae, A. miniatum & G. scriptum.

G. scriptum mempunyai daun terpanjang dan terlebar. Lebar daun G. scriptum sama menggunakan lebar daun P. violaceae, P. amboinensis & D. macrophyllum. Lebar daun terkecil dimiliki D. capra (1,09 centimeter) yg sama menggunakan D. bracteosum (1,56 centimeter), D. johannis (1,76 cm), D. phalaenopsis (2,36 centimeter) & A. miniatum (1,52 cm).

Nilai perbandingan panjang menggunakan lebar daun terbesar dimiliki oleh V. tricolor, sebanyak 10,48; yang tidak berbeda nyata dengan D. capra (9,55). Nilai perbandingan panjang menggunakan lebar daun terkecil dimiliki oleh D. stratiotes (2,20) yg nir tidak selaras nyata menggunakan D. macrophyllum, D. secundum, D. undulatum, D. veratrifolium, P. amboinensis dan P. violaceae (masing-masing menggunakan nilai 3,05; dua,75; 2,25; dua,48; dua,73 & 2,68).